Vokasi Perumahsakitan



Sejalan dengan tujuannya, yang menghasilkan tenaga ahli madya yang terampil dan berpengetahuan pada bidang Manajemen Medik dan Manajemen Rumah Sakit serta mendidik tenaga ahli madya yang terampil dan berpengetahuan pada bidang: Manajemen Perkantoran Pelayanan Medik, Kesekretarisan Medik, Keuangan, Akuntansi dan Sumber Daya Manusia Rumah Sakit, Marketing, Public Relation dan Manajemen Mutu Rumah Sakit, Program Studi Perumahsakitan mempunyai 4 peminatan, yaitu:

1. Manajemen Perkantoran Medik
2. Kesekretarisan Medik
3. Keuangan, Akuntansi dan SDM Rumah Sakit
4. Pemasaran, Public Relations dan Mutu Rumah Sakit

Tujuan Umum
Peserta program dapat menjadi tenaga terampil ahli madya di bidang manajemen rumah sakit yang berkualitas, mampu bersaing pada skala internasional, kemampuan berwiraswasta, tepat guna dan berorientasi kepada etika profesi dan hukum terkait rumah sakit.

Tujuan Khusus
- Menghasilkan tenaga ahli madya yang terampil dalam manajemen pelayanan medik yang dapat mengoperasionalkan dan mengimplementasikan unit-unit rumah sakit dalam fungsi pelayanan
mediknya dengan memiliki wawasan, pengetahuan dan keterampilan integral dan komprehensif terhadap rumah sakit
- Menghasilkan tenaga ahli madya yang terampil dalam manajemen pelayanan rumah sakit yang dapat mengoperasionalkan dan mengimplementasikan unit-unit administrasi rumah sakit dalam fungsi manajemen serta memiliki wawasan, pengetahuan dan keterampilan integral dan komprehensif terhadap rumah sakit.

Kurikulum dirancang sebanyak 112 SKS

- Kegiatan kuliah dan praktikum dilaksanakan setiap hari Senin-Jumat, mulai pukul 14.00-20.10, dan hari Sabtu mulai pukul 08.00-14.00 WIB. Kegiatan magang di rumah sakit dilakukan pada pukul 08.00-15.00 WIB. Pada semester 1 dan II, kegiatan kuliah dilakukan di kampus
FKUI Jl. Salemba Raya 6, sedangkan pada semester III-VI dilakukan di kampus FKUI, Jl.
Pegangsaan Timur No.16, Jakarta Pusat. Pada semester VI, selain kuliah, kegiatan utama adalah magang yang dilakukan di 56 rumah sakit

- Lapangan Pekerjaan:
Dapat bekerja pada lingkungan rumah sakit dan klinik di dalam lingkup fungsi keuangan, akuntansi, rekam medik, personalia, marketing, sekretaris medik, industri farmasi, asuransi kesehatan, alat
kesehatan dan lain-lain.


Peraturan
1. Peraturan akademik Program Studi Perumahsakitan mengikuti peraturan yang
   ditetapkan oleh Universitas Indonesia, diantaranya bahwa:

1. Mahasiswa dinyatakan putus studi :
    a. Apabila pada evaluasi 2 (dua) semester pertama tidak memperoleh indeks prestasi minimal
        2,0 (dua koma nol) dari sekurang-kurangnya 18 (delapan belas) SKS terbaik.
    b. Apabila pada evaluasi 4 (empat) semester pertama tidak memperoleh indeks prestasi minimal
        2,0 (dua koma nol) dari sekurang-kurangnya 36 (tiga puluh enam) SKS terbaik
    c. Apabila pada evaluasi akhir masa studi tidak memperoleh indeks prestasi minimal
        2,0 (dua koma nol) dari beban studi yang dipersyaratkan dengan nilai terendah C

2. Disamping mengikuti Peraturan Akademik yang ditetapkan oleh Universitas Indonesia, Program Studi Perumahsakitan menetapkan peraturan akademik bagi mahasiswa yang mengikuti magang di rumah sakit, yaitu :
a. Telah menyelesaikan kegiatan akademis sekurang-kurangnya 100 SKS dengan nilai terendah
     adalah C
b.Telah mengikuti dan lulus latihan kompetensi pemagangan

1. Syarat pendaftaran Lulusan SMU/SMK/sederajat dan semua jurusan baik yang belum
     maupun sudah bekerja, tidak ada pembatasan umur,sehat jasmani dan rohani
2. Persyaratan program Lulus Mengikuti Seleksi ujian Masuk UI ( SIMAK UI & UBER)

Pendaftaran Umum Pendaftaran on-line di internet dengan alamat: www.penerimaan.ui.edu

Kompetensi Lulusan Lulusan memiliki kemampuan dan keterampilan kesekretarisan
medik, seperti manajemen pelayanan rawat jalan, rawat inap, ICU/ICCU, laboratorium, UGD, medical check-up, rekam medik, akuntansi, keuangan,pemasaran, manajemen personalia,public relations dan mutu rumah sakit.

Potensi Jenjang Pendidikan
Lulusan Program Studi dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang S1 Bidang kesehatan (SKM), Fakultas Ekonomi, Psikologi, dll

posted by : defri
Category: 0 komentar

Sejarah Lahirnya Vokasi UI Bidang Studi Kedokteran



Pelayanan medis di rumah sakit tidak cukup hanya diberikan oleh tenaga kedokteran seperti dokter, dokter spesialis, dokter sub-spesialis dan kelengkapan alat-alat canggih semata, tetapi diperlukan juga tenaga lain seperti perawat, para medis dan tenaga non medis yang saling melengkapi, sehingga terbentuk suatu pelayanan kedokteran yang sempurna, efisien dan efektif.Fakta menunjukkan jumlah tenaga medis baik umum ataupun spesialis lebih besar dibandingkan dengan tenaga madya.Keadaan tersebut perlu segera diantisipasi dengan mengembangkan Program Pendidikan Diploma yang sesuai dengan kebutuhan saat ini dan masa mendatang. Bentuk pendidikan yang dianggap sesuai untuk
diimplementasikan adalah Program Diploma III dan IV di Fakultas Kedokteran UI yang terkoordinasi dan terintegrasi, sehingga akan terbentuk keselarasan di dalam keilmuan dengan bidang kedokteran yang sudah ada, yang kemudian hari tidak terjadi tumpang tindih di dalam peran kerja para lulusan yang dihasilkan. Pada tanggal 1 April 1997, berdasarkan SK Rektor No. 043/SK/R/UI/1997 Program Diploma III Perumahsakitan FKUI didirikan.Berdasarkan keputusan Rektor UI tanggal 09 Oktober 2007 nomor 690/SK/R/2007 tentang perbaikan struktur organisasi inti Universitas Indonesia, Program D III yang dikelola oleh Fakultas Kedokteran mengalami perbaikan struktur organisasi. Sesuai SK Rektor No. 696A/SK/R/UI/2008, tentang penyelenggaraan Program Vokasi UI, mulai tahun akademik 2008/2009, Pengelolaan Program Diploma III FKUI tidak lagi di kelola oleh Fakultas Kedokteran.
Pengelolaan dialihkan ke Program Vokasi Universitas Indonesia, dengan nama Program Vokasi UI Bidang Studi Kedokteran yang mempunyai tiga Program Studi, yaitu: Program Studi Fisioterapi, Program Studi Okupasi Terapi dan Program Studi Perumahsakitan

Visi:
Menjadi satu diantara lembaga pendidikan Diploma Perumahsakitan terbaik di ASEAN tahun 2020

Misi:
Menghasilkan lulusan Program Diploma yang siap pakai, profesional, berperilaku melayani dan terserap di dunia kerja dan pendidikan secara nasional maupun internasional.


posted by : Defri
Category: 0 komentar

Persepsi Makanan Pengaruhi Program Diet



CARA pandang seseorang terhadap makanan ternyata sangat memengaruhi program dietnya. Makanan yang dipandang lebih sehat justru bisa memicu ingin cepat memakannya. Padahal, seharusnya tidak demikian.

Jika Anda berharap langsing dan sedang mengawali program diet, cobalah untuk tidak fokus pada makanan yang rendah lemak atau rendah kalori saat mengonsumsi makan siang. Seseorang yang mencicipi makanan yang digambarkan sebagai “sehat” diketahui cenderung akan lebih lapar sesudahnya daripada orang yang menyantap makanan yang sama, tetapi dipersepsikan sebagai “lezat”.

“Ketika orang merasa mereka menyantap makanan sehat, maka makanan itu membuat mereka lapar,” kata peneliti utama, Ayelet Fishbach, seorang profesor ilmu perilaku dan pemasaran di University of Chicago, Amerika Serikat.

“Mereka akan lebih lapar dibandingkan jika mereka tidak makan apa-apa atau ketika makan makanan tanpa memikirkan segi kesehatannya,” tambahnya seperti dikutip HealthDay. Penelitian ini dipublikasikan secara online pada bulan ini dalam Journal of Consumer Research.

Peneliti mencoba menghubungkan dampak dari persepsi tentang makanan sehat yang dikonsumsi dengan perasaan orang tersebut tentang kesehatannya. Pada percobaan pertama, peneliti meminta 51 mahasiswa untuk makan sebatang cokelat dengan tambahan rasa raspberry. Mahasiswa terbagi dua kelompok yakni satu kelompok ada yang menyatakan cokelat tersebut sebagai “makanan sehat yang mengandung protein, vitamin, dan serat”.

Kelompok lain menyebutnya “cokelat yang sangat enak dan lezat dengan rasa campuran cokelat dan raspberry”. Setelah itu, ketika ditanya tingkat rasa lapar mereka, partisipan yang menyebut cokelat tersebut sebagai “makanan sehat yang mengandung protein, vitamin, dan serat” ternyata lebih lapar daripada mereka yang makan cokelat yang digambarkan dengan “cokelat yang sangat enak dan lezat dengan rasa campuran cokelat dan raspberry”.

Kemudian, dibentuk kelompok ketiga yang hanya mendeskripsikan cokelat tersebut, tetapi tidak memakannya. Ternyata tingkat rasa lapar mereka hampir sama dengan partisipan yang makan cokelat yang digambarkan sebagai “lezat”. Hal itu berarti bahwa makanan “sehat” benar-benar membuat kita merasa lebih lapar daripada tidak makan sama sekali.
Category: 0 komentar

Latihan Pernapasan Tingkatkan Daya Tahan Tubuh



MELATIH pernapasan, memang dapat membuat tubuh makin bugar. Melalui latihan pernapasan, bisa membantu meningkatkan daya tahan tubuh dan energi saat berolah tubuh.

"Latihan pernapasan membantu mengembangkan kapasitas untuk olahraga lebih keras dengan meningkatkan efektivitas dari otot interkostal antara tulang rusuk Anda yang berkembang, serta meningkatkan fleksibilitas, tulang rusuk itu sendiri," kata Robin Gargrave, direktur eksekutif di YMCA Fitness Industry Training yang dikutip dari Daily Mail.

"Yang terbaik adalah, mereka dapat dilakukan setiap saat, di setiap tempat, dan di mana saja," sambungnya.

Latihan pernapasan aktif dilakukan selama dua menit, lima kali sehari, dapat meningkatkan kapasitas paru-paru Anda hingga 10 persen dalam 12 pekan. Itu ditemukan dari sebuah studi yang dilakukan di Amerika Serikat.

Tarik napas dalam-dalam melalui hidung sampai hitungan ketiga, meremas turun melalui diafragma Anda selama dua detik, lalu buang napas kuat selama tiga detik. Ulangi selama 30 detik lima kali sehari.
Category: 0 komentar

Waspada Polusi Suara



MASYARAKAT wilayah perkotaan rentan terpapar polusi suara. Jangan menganggap remeh masalah ini sebab fakta berbicara polusi suara bukan hanya mengganggu indera pendengaran, namun juga menyebabkan risiko hipertensi hingga jantung.

Tinggal di daerah perkotaan memang rentan terkena berbagai masalah. Yang paling umum adalah masalah polusi udara dan air. Namun bukan hanya permasalahan itu yang patut menjadi perhatian, polusi suara pun juga menyerang kaum urban.
Polusi suara ini disebabkan oleh suara bising kendaraan bermotor, pesawat terbang, deru mesin pabrik, hingga suara radio yang berbunyi keras dan mengganggu indera pendengaran.

Ciri polusi suara adalah suara bising yang teramat mengganggu sehingga cepat atau lambat akan memengaruhi kondisi kejiwaan manusia. Bukan hanya itu, jika dialami dalam kurun waktu yang panjang, imbasnya akan membuat kepekaan telinga berkurang. Padahal, manusia memiliki batas kemampuan mendengar suara mulai dari 20 hingga 20.000 hertz atau setara dengan rentang hingga 140 desibel (tingkat kebisingan). Lebih dari itu, akan terjadi kerusakan pada gendang telinga dan organ-organ lain dalam gendang telinga.
Category: 0 komentar